Nasib Pabrik Mobil Di Inggris Tanpa Kepastian

Coventry, KompasOtomotif – Merek mobil asal Inggris Jaguar Land Rover (JLR) lagi berpikir ulang, terkait dengan rencana penambahan investasi di Inggris. Pertimbangan ini muncul pasca keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa yang berpengaruh langsung pada kondisi ekonomi dalam negeri.

Sementara kepastian mengenai hubungan diplomatik dan ekonomi, antara Inggris dan Uni Eropa belum dibicarakan serius, sampai tahun 2017. Kondisi ini juga membuat kekhawatiran produsen mobil di Inggris memuncak. Wacananya, bakal ditetapkan aturan baru mengenai tarif ekspor mobil dari Inggris ke negara lain di Eropa.

Ralf Speth, Chief Executive JLR mengatakan kalau para produsen kendaraan roda empat, sedang mengalami kegalauan terkait tarif tersebut. Khusus JLR, dirinya memiliki dua beban tarif, untuk ekspor dan impor komponen. Tarif tersebut dikhawatirkan akan semakin membebani biaya produksi.

“Jika kami menghadapi tarif yang lebih tinggi, dibanding dari produsen lain. Maka itu cukup jelas akan mengurangi daya saing produk kami, terutama di pasar Eropa,” ujar Speth, dikutip dari Reuters, Jumat (30/9/2016).

Kondisi ini juga dialami oleh merek mobil lain yang ada di Inggris. Sebelumnya, pihak Nissan sudah memberikan ultimatum akan mengentikan investasi, jika pihak Inggris tidak komitmen untuk memberikan kepastian terkait tarif dan kompensasinya, untuk setiap mobil yang diproduksi di Inggris.

Speth juga menambahkan pernyataan Nissan, yang disampaikan oleh Bos Nissan, Carlos Ghosn, Kamis (29/9/2016), di mana Brexit (Birtish Exit/keluarnya Inggris dari Uni Eropa) diharapkan bisa memberikan keadilan merata.

Toyota dan Nissan sama-sama menyampaikan kalau tarif itu nantinya bisa membebani biaya produksi. Sementara Volkswagen dan Skoda, mengingatkan Inggris untuk bisa memperjelas situasi secepat mungkin.

Sumber:

http://otomotif.kompas.com/read/2016/10/01/062200915/nasib.pabrik.mobil.di.inggris.tanpa.kepastian

Leave a Reply