Mengenal CEV, Tempat Belajarnya Para Pebalap Dunia

Jerez, KompasOtomotif – Spanyol adalah salah satu negara yang rajin melahirkan para pebalap hebat di dunia yang berlaga di MotoGP. Sebut saja Jorge Lorenzo, Marc Marquez, Dani Pedrosa, Maverick Vinales, Aleix dan Pol Espargaro atau masih banyak lagi rider asal Negeri Matador lainnya di ajang balapan MotoGP.

Mengapa demikian? Ternyata balapan sepeda motor sangat terkenal di Negeri Matador ini. Indikatornya adalah, dari kalender MotoGP, Moto2 dan Moto3 yang berlangsung selama satu musim, Spanyol empat kali menjadi tuan rumah, yakni di Jerez, Barcelona, Aragorn dan Valencia.

Tidak hanya itu, agenda balapan sepeda motor juga terbilang padat di negara ini. Salah satunya adalah CEV atau Campeonato de Espana de Velocidad. Ini adalah agenda balapan sepeda motor yang masuk dalam kalendar FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme).

Ada banyak kelas yang dilombakan di CEV FIM ini, tapi yang bergengsi adalah Moto2 Yunior dan Moto3 Yunior. Di dua kelas ini, ada dua pebalap Indonesia yang tampil membela Astra Honda Racing Team. Pada kelas Moto3 ada Andi Gilang sementara di Moto2 ada Dimas Ekky Pratama.

Kali ini, keduanya akan tampil di seri keenam yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol, akhir pekan ini. Sampai seri kelima yang digelar di Portugal, Agustus lalu, Dimas Ekky sudah mengumpulkan 55 poin dengan duduk di posisi 7 dari 27 pebalap. Sementara Andi Gilang ada di posisi 26 dari 31 pebalap.
 
“Saya belum pernah balapan di Jerez, tapi dengan melihat  lay-outnya, saya suka karena sesuai dengan gaya balap saya. Saya akan berusaha mencari settingan terbaik sejak hari pertama. Target saya berjuang mendapatkan poin, bahkan menggapai podium,” ujar Andi Gilang.

Sementara itu, Dimas Ekky yang akan bertanding di kelas Moto2 sudah mempunyai  gambaran tentang Jerez. Dimas sempat mengalami kecelakaan hebat saat latihan pra musim tahun lalu yang membuatnya  menjalani  operasi pada jari  tangan.

“Saat balapan di Jerez tahun lalu, saya masih dalam kondisi pemulihan akibat kecelakaan, makanya saya tidak bisa balapan dengan maksimal. Selain itu, kami juga dihadapkan dengan masalah suhu dingin dan angin yang berhembus kencang. Berbekal pengalaman balap sebelumnya termasuk di Portimao, saya yakin bisa menghadapinya dan bisa bertarung lagi di grup pebalap terdepan,” ujar Dimas Ekky.

Sumber:

http://otomotif.kompas.com/read/2016/10/01/115433615/mengenal.cev.tempat.belajarnya.para.pebalap.dunia

Leave a Reply