“Buah Dari Surga”, Bagaimana Rasanya?

CHIANG MAI, KOMPAS.com – Bagian luarnya berwarna oranye kemerahan, dengan duri tumpul yang memenuhi permukaan. Begitu dibuka, bagian dalamnya mirip markisa namun berwarna merah darah. Inilah Gac, buah langka yang memiliki julukan fruit from heaven.

Jika tidak jeli menyusuri Saturday Night Market di Chiang Mai, Thailand, saya pasti melewati lapak satu ini. Lapak Gac Fresh Juice terhimpit di antara penjual pakaian dan cenderamata. Posisinya agak ke belakang jalan. Meski begitu, daging buah yang berwarna merah darah berhasil memicu rasa penasaran. 

Gac, alias Momordic cochonchinensis, adalah buah langka yang ditemukan di negara-negara Asia Tenggara khususnya Vietnam, Thailand, Laos, Kamboja, dan Myanmar. Orang Thailand menyebutnya sebagai fahk khao sementara penduduk Myanmar menyebutnya taw thabu. Orang barat menyebutnya Spiny Bitter Gourd, Sweet Gourd atau Cochinchin Gourd.

Namun secara keseluruhan, buah ini terkenal dengan julukan fruit from heaven atau buah dari surga. Buah ini hanya tumbuh selama dua bulan dalam setahun, biasanya Desember dan Januari. Beruntung, KompasTravel menemukan satu-satunya lapak Gac Fruit Juice di Saturday Night Market.

Rare fruit, rare fruit. Come, taste,” tutur wanita penjual jus buah Gac saat saya mendekat, beberapa waktu lalu. 

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Sabtu malam, warga dan wisatawan di Chiang Mai berbondong-bondong menyambangi Wui Lai Street untuk berburu kuliner dan suvenir.

Wanita itu kemudian mengambil sendok plastik, memasukkannya ke dalam buah Gac, dan menawarkan saya untuk mencicipi. Meski penampilannya merah merona, rupanya Gac tidaklah manis. Buah ini terasa asam, dengan sedikit saja rasa manis. Teksturnya lembut, mirip markisa.

Satu botol jus buah Gac hanya dibanderol 400 baht (Rp 15.000). Karena rasanya yang terlalu asam, si penjual mencampurnya dengan buah markisa yang manis segar. Perpaduan rasa dua buah ini benar-benar nikmat!

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Buah ini hanya tumbuh selama dua bulan dalam setahun, biasanya Desember dan Januari. Beruntung, KompasTravel menemukan satu-satunya lapak Gac Fruit Juice di Saturday Night Market.

Banyak alasan Gac dijuluki fruit from heaven. Buah ini memiliki sangat banyak manfaat, terutama jumlah beta-carotene (vitamin A) dan lycopene yang sangat tinggi. Kandungan beta-carotene dalam buah Gac jauh lebih tinggi dibanding wortel atau ubi ungu. Buah ini memiliki tingkat gula rendah, sehingga baik untuk diabetes hingga mengobati kanker.

Rasa yang begitu nikmat dan menyegarkan lantas menggoda saya untuk membeli botol kedua. Usai memberi 400 baht, wanita penjual jus memberitahu bahwa Gac harus diminum dalam kondisi dingin. 

Keep it cool, it’s good for the vitamins,” imbuhnya.

***

Ikuti kuis “Take Me Anywhere 2” yang diadakan KompasTravel dan buktikan sendiri keseruan beraktivitas di Yogyakarta. Ikuti periode keempat “Quiz on Article” dengan klik artikel berikut: Kesempatan Terakhir Dapatkan Liburan Gratis bersama “Take Me Anywhere 2”

Pemenang akan mendapatkan kesempatan liburan gratis yang seru ke Yogyakarta selama tiga hari dua malam. Hadiah sudah termasuk tiket pesawat, transportasi lokal, hotel, konsumsi, dan beragam aktivitas seru selama di Yogyakarta. Juga raih kesepatan memenangkan hadiah smartphone.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/09/30/220400427/.buah.dari.surga.bagaimana.rasanya.

Leave a Reply