Barujari Meletus, 44 Wisatawan Turun Lewat “Jalan Tikus”

MATARAM, KOMPAS – Dari 464 wisatawan Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat, sebanyak 420 orang keluar melalui pintu pendakian di Desa Sembalun Lawang, Lombok Timur dan Desa Senaru, Lombok Utara. Sisanya, 44 wisatawan, diduga keluar melalui ”jalan tikus” yang ada di sekitar Taman Nasional Gunung Rinjani.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTB M Rum, Jumat (30/9/2016), di Mataram, mengatakan, data kunjungan wisatawan mancanegara dan Nusantara itu dihimpun selama 25-27 September sebelum Gunung Barujari meletus dan setelah letusan 28-29 September.

”Kami menganalisis 44 orang ini mungkin tidak keluar melalui pintu Sembalun dan Senaru, bisa saja mereka cari jalan singkat lewat ’jalan tikus’ yang banyak di sekitar Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR),” ujar Rum.

Dugaan lain, wisatawan itu masih di pos yang ada di area TNGR berjarak 3,5 km dari kawah Gunung Barujari atau di luar radius yang dinyatakan aman. ”Informasi dan hasil penyisiran tim gabungan juga menyatakan tidak ditemukan wisatawan di radius 3 km dari gunung itu,” jelas Rum.

Hal senada dikatakan Husni, pemandu wisatawan di Desa Senaru. Empat tamunya asal Perancis dan Belgia turun dari Pos Pelawangan Senaru, Jumat siang, menyusul 23 wisatawan asal Eropa yang turun dari Danau Segara Anak, Kaldera Gunung Rinjani, Kamis (29/9/2016).

Dari para tamu yang mengikuti tur sehari dua malam, diketahui seputar danau sepi wisatawan. ”Tamu saya pulang-pergi sehat, selamat, tidak ada satu pun wisatawan yang dievakuasi,” ujar Husni.

Gunung Barujari (2.376 meter) yang meletus Selasa (27/9/2016) pukul 14.45 Wita melontarkan abu vulkanik setinggi 2.000 meter. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meningkatkan status dari Normal (level 1) menjadi Waspada (level 2) serta menutup pendakian 3 km dari kawah anak Gunung Rinjani (3.726 meter) itu.

Mutaharlin, petugas Stasiun Pengamatan Gunung Api Rinjani di Desa Sembalun Lawang, mengatakan, Jumat sore, kondisi di seputar Gunung Rinjani berawan, kelembaban 88 persen, sempat hujan gerimis, gempa tektonik jauh lima kali dengan durasi 25 detik-105 detik, suhu udara 30-34 derajat celsius. ”Kondisinya normal, tetapi status Rinjani masih waspada,” katanya.

Karena itu, para pelaku wisata di Senaru minta agar diizinkan masuk hingga batas 3 km dari kawah seperti Pos Pelawangan Senaru dan Sembalun. Alasannya, penutupan sementara pendakian menutup sumber nafkah warga.

”Saat ini di tempat saya ada empat tamu (wisatawan asing) menunggu diizinkan mendaki, sekadar sampai Pelawangan Senaru dan Sembalun cukup,” ujar Sumatim, pemilik penginapan di Senaru. (RUL)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 1 Oktober 2016, di halaman 22 dengan judul “44 Wisatawan Turun Lewat “Jalan Tikus””.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/01/182900927/barujari.meletus.44.wisatawan.turun.lewat.jalan.tikus.

Leave a Reply